Pemakaian Obat yang Berakibat Vatal bagi Kesehatan

Obat memang dapat membantu menyembuhkan penyakit, namun penggunaan obat yang tidak sesuai justru akan memberikan efek sebaliknya. Penelitian di Inggris Lloyds Pharmacy mengungkapkan bahwa sekitar 46% orang mempunyai masalah penggunaan obat yang tidak tepat sehingga harus dirawat di rumah sakit. Berikut ini akan dijelaskan mengenai beberapa kesalahan pemakaian obat yang berakibat vatal bagi kesehatan.

Bahaya pemakaian obat
 
1.    Obat yang dihancurkan agar mudah diminum

Obatan tekanan darah tinggi yang mengandung diltiazem hidroklorida yang harusnya secara bertahap bereaksi dalam waktu 24 jam ini pada umumnya sering dikonsumsi dengan cara dihancurkan terlebih dahulu karena merasa ukurannya terlalu besar dan sulit untuk ditelan. Padahal hal tersebut dapat membuat obat yang sudah dihancurkan atau dipotong mengandung racun karena dosisnya terlalu tinggi dan dapat menyebabkan tekanan darah menurun secara drastis hingga dapat menyebabkan pingsan.

2.    Menempelkan obat tempel sebelum mandi

Obat tempel mempunyai formula dosis yang tidak sama dengan obat-obatan lainnya, fungsi obat tempel adalah agar tubuh dapat menyerap dosis obat secara perlahan dan stabil. Namun, para ahli menganjurkan pemakaian obat tempel baik dilakukan sesudah mandi karena pada tahun 2011 lalu di Inggris, seorang wanita lansia tewas karena ia mandi air panas setelah menempelkan obat tempel Fentanyl di badannya.

3.    Minum obat pereda sakit untuk mengobati flu

Meskipun ibuprofen atau obat pereda sakit dapat menghambat peradangan, namun fungsinya sekaligus juga akan mengurangi respon kekebalan tubuh untuk melawan flu. Oleh karena itu, jika minum ibuprofen untuk mengobati flu justru tidak baik bagi kesehatan tubuh.

4.    Overdosis Parasetamol

Dosis maksimal untuk mengkonsumsi parasetamol dalam waktu 24 jam adalah 4 gram. Sebuah studi dari University of Edinburgh, Skoalandia menemukan sebanyak 161 kasus penderita sakit gigi atau nyeri punggung, dimana mengkonsumsi berturut-turut sebanyak 2 atau 3 keping dosis lebih dari yang ditentukan selama 4 hingga 5 hari merasa tidak nyaman di sekujur badan akibat dosis yang berlebihan. Selain itu, dosis yang berlebihan juga dapat menyebabkan kerusakan hati dan menganggu kesehatan tubuh.

5.    Menggunakan salep berlebihan untuk meredakan sakit

ketika merasakan sakit atau nyeri bahkan peradangan, sebagian besar orang akan mengolesi salep untuk mengurangi rasa sakit tersebut. Mereka selalu beranggapan bahwa efek samping obat gosok atau salep tidak begitu serius. Padahal di dalam salep terdapat kandungan bahan aktif dan jika digunakan secara berlebihan akan memberikan dampak negatif bagi kesehatan.

6.    Melumuri steroid pada luka luar

Ketika terkena gigitan serangga atau timbul campak, biasanya dokter akan memberikan resep obat salep jenis steroid untuk mengurangi peradangan. Namun penggunaan salep jenis ini tidak berlaku pada kulit yang terkelupas karena digaruk, karena melumuri salep steroid pada luka robet dapat menghambat zat kima inflamasi sehingga sistem kekeba;an tubuh menjadi menurun.

7.    Minum ibuprofen menjelang olahraga

Mengkonsumsi ibuprofen menjelang olahraga memang berguna untuk menghambat rasa sakit yang akan ditimbulkan setelah berolahraga. Namun, kebiasaan ini justru akan merusak dinding lambung sehingga beresiko meningkatkan infeksi lain.

Setelah mengetahui beberapa kesalahan yang umum dilakukan oleh masyarakat saat mengkonsumsi obat. Untuk saat ini diharapkan agar berkonsultasi atau bertanya terlebih dahulu bila ingin mengkonsumsi obatan-obatan tertentu. (Baca juga: Akibat Terlalu Sering Naik Pesawat bagi Kesehatan)


Advertisement

Artikel Lainnya :-D