Peran Ayah dalam Perkembangan Anak

Kebanyakan pria pasti merasakan bahwa salah satu moment yang mendebarkan di dalam hidupnya adalah saat menunggu kelahiran sang buah hati. Pada saat itu, datang perasaan dan emosi kuat yang menyertainya sehingga timbul rasa bahagia, bangga, bersyukur, terharu dan lain sebagainya. Kemudian, pasti sudah terbayangkan masa-masa penting bersama istri untuk mendidik sang buah hati.
 
Peran ibu pada perkembangan anak memang penting, terutama pada awal-awal tahun kehidupannya. Walaupun demikian, ayah juga mempunyai peranan penting karena mempunyai peran khas dalam pengasuhan anaknya. Namun, lemahnya atau ketiadaan figur ayah untuk anak akan menciptakan perilaku adaptif atau nakal.

Peran Ayah dalam perkembangan anak
Image Source: pixabay.com
Pada kasus anak laki-laki, lemahnya atau ketiadaan figur ayah akan memaksanya untuk menjalankan peran sebagai lelaki di rumah secara lebih dini sehingga hal ini dapat mengancam haknya untuk menikmati masa kanak-kanak secara optimal dan akan menimbulkan sebuah beban emosional tersendiri. Sedangkan, bagi anak perempuan lemahnya atau ketiadaan figur ayah dalam hidupnya akan mendorong munculnya rasa tidak aman karena persepsi buruk terhadap ketiadaan perlindungan dalam kesehariannya.

Namun, jika seorang anak yang mengalami relasi yang intensif dengan ayahnya semenjak lahr maka akan tumbuh menjadi anak yang mempunyai emosi aman, percaya diri dalam mengekplorasi dunia sekitar dan mampu membangun relasi sosial yang baik ketika tumbuh dewasa. Seorang ayah yang terlibat aktif dalam pengasuhan anak pada masa kecilnya akan mendorong anak lebih berprestasi secara akademis di awal masa dewasanya, khususnya dalam kemampuan verbal dan fungsi intelektual.

Selain itu, keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak juga akan memberikan peran positif terhadap pasangan karena proses kehamilan, melahirkan dan merawat anak di tahun-tahun dapat mendatangkan beban psikologi bagi seorang tubuh sehingga peran aktif ayah dalam pengasuhan dapat meringankan depresi kaum ibu. (Baca juga: Cara Mengatasi Anak yang Suka Makan Permen, Coklat, & Manisan Berlebih)

Advertisement

Artikel Lainnya :-D