Penyebab Sakit Perut Saat Menstruasi dan Cara Mengatasinya

Menstruasi atau yang lebih dikenal dengan haid dan datang bulan adalah siklus yang biasa terjadi pada wanita usia produktif.  Pada saat  awal menstruasi berlangsung biasanya terasa nyeri atau sakit perut, hal itu lebih sering dialami wanita muda yang belum pernah melahirkan karena rahim mereka masih memiliki ukuran yang kecil. Nyeri di sekitar perut pada saat menstruasi merupakan hal yang normal terjadi sebelum menstruasi dan pada awal menstruasi. Tetapi jika rasa nyeri yang dialami lebih dari tiga hari dan sampai tidak bisa melakukan aktivitas sebaiknya segeralah memeriksakanya ke dokter karena mungkin saja mengalami menstruasi dengan situasi yang tidak normal. Berikut ini akan dijelaskan mengenai penyebab sakit perut saat menstruasi.
Penyebab sakit perut saat menstruasi dan cara mengatasinya
Image Source: pixabay.com

1. Kram

Kram merupakan hal yang biasa dialami sebelum menstruasi dan pada saat menstruasi berlangsung. Kram biasanya berlangsung selama satu hingga tiga hari. Kram saat menstruasi terjadi karena adanya kontraksi rahim yang terlalu intens sehingga dapat mendorong pembuluh darah. Hal tersebut membuat suplai oksigen menuju jaringan otot rahim menjadi terhambat sehingga timbullah rasa kram yang  menganggu. Menurut pendapat Dr. Cullins, untuk mengurangi kram di perut akibat menstruasi bisa dilakukan dengan cara mengompres perut dengan kantung air panas, beristirahat dan melakukan aktivitas fisik. Apabila kram di perut akibat haid tidak tertahankan, konsultasikan dengan dokter. Biasanya dokter akan memberikan resep ibu profen.

2. Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi dimana endometrium tumbuh keluar dari uterus. Endometrium adalah jaringan di sepanjang garis uterus atau rahim. Tanda terjadinya gangguan endometriosis adalah adanya sakit yang tak tertahankan pada saat menstruasi. Jika merasakan sakit yang tajam dan intens pada saat haid, maka segeralah memeriksakanya ke dokter kandungan.

3. Fibroid

Fibroid adalah jenis tumor jinak yang tumbuh di dinding rahim (uterus). Fibroid biasanya terjadi pada wanita yang berusia 30 tahun ke atas. Gejala fibroid ditandai dengan terjadinya pendarahan yang cukup banyak di rahim. Kondisi berbeda akan dirasakan bila tumor tumbuh dan berada cukup dekat dengan rahim, hal itu akan menghambat peredaran darah  sehingga akan menimbulkan rasa sakit tiba-tiba yang berkepanjangan dan terjadinya bercak.

Fibroid belum jelas diketahui apa penyebabnya, fibroid merupakan tumor yang tidak berbahaya. Namun, fibroid diketahui dapat menganggu kesuburan dan memiliki potensi menyebabkan keguguran. Apabila mengalami sakit yang berkepanjangan dan keluarnya darah haid lebih banyak dari biasanya, sebaiknya konsultasikan hal tersebut kepada dokter kandungan.

4. PID (Peivic Inflammatory Disease)

PID merupakan infeksi yang terjadi pada organ reproduksi wanita yang umumnya disebabkan karena penyakit kelamin yang menular. Gejala penyakit PID tidak terlalu terlihat padahal PID merupakan infeksi berbahaya yang dapat menganggu kesuburan. PID selalu menimbulkan rasa sakit pada saat menstruasi tetapi rasa sakitnya tidak seberapa parah jika dibandingkan dengan fibroid dan endometriosis.

Memeriksakan kesehatan tubuh secara berkala merupakan cara untuk terhindar dari berbagai penyakit yang berbahaya dan jika sudah didiagnosa mengidap penyakit tertentu sejak awal tentunya akan lebih mudah untuk mengatasinya sebelum semakin parah. (Baca Juga: Apa Pengaruh Usia Menstruasi Pertama Kali terhadap Kesehatan Tubuh? )
Advertisement

Artikel Lainnya :-D