Bahaya Memegang Kucing bagi Ibu Hamil

Kucing merupakan hewan yang lucu dan ramah sehingga sangat cocok untuk dijadikan sebagai hewan peliharaan, sebagian orang menyukai hewan ini karena tingkah lakunya yang begitu mengemaskan namun sebuah penelitian yang dilakukan di  Mexico mengungkapkan bahwa kucing merupakan salah satu hewan peliharaan yang dapat meningkatkan resiko toksoplasmosis. 
Bahaya Memegang Kucing bagi Ibu Hamil
Image Source: pixabay.com
Toksoplasmosis merupakan penyakit yang dibawa oleh parasit toxoplasma gondi, parasit tersebut dapat menganggu perkembangan kehamilan karena dapat menginfeksi janin hingga mengakibatkan terjadinya keguguran. Parasit tersebut umumnya hidup di dalam usus kucing yang akan dikeluarkan melalui kotorannya, kondisi ini sering ditemukan pada kucing liar pemakan tikus dan kucing peliharaan yang sering mengkonsumsi daging mentah. 

Parasit tersebut dapat menjangkiti tubuh manusia apabila kita bersentuhan dan membuang kotoran kucing, hal itu tentunya akan berpengaruh pada kesehatan ibu hamil dan janinnya karena seorang wanita yang terinfeksi toksoplasmosis selama kehamilan akan beresiko pula dengan bayinya, bayinya dapat terinfeksi sekitar 40% sehingga dapat menimbulkan infeksi yang serius seperti kerusakan pada mata janin, cacat bawaan, dan dapat menyebabkan keguguran. 

Jika masih terkena infeksi ringan akan menyebabkan penyakit flu, radang tenggorokan, mudah lelah hingga dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan pada kelenjar getah bening. Orang yang terkena infeksi ringan dari toksoplasmosis biasanya tidak  menyadarinya. 

Setelah mengetahui bahaya memelihara kucing bagi ibu hamil, pada kesempatan kali ini juga akan dipaparkan mengenai langkah-langkah yang bisa diambil untuk menjaga kesehatan ibu hamil dan janinnya.

Cara Untuk Menjaga Kesehatan Ibu Hamil dan Janinnya Ketika Memelihara Kucing:

  1. Sebaiknya, jangan bersentuhan atau membuang kotoran kucing ketika sedang hamil, mintalah bantuan orang lain untuk membersihkannya. Namun, apabila terpaksa membersihkannya sendirian gunakanlah sarung tangan dan masker kemudian, cucilah tangan dengan sabun dan air mengalir setelah membersihkannya. Hal itu bertujuan untuk menghindari resiko terkena infeksi.
  2. Jangan berikan daging mentah untuk kucing, gantilah makanan tersebut dengan makanan khusus kucing karena daging mentah dapat membawa penyakit toksoplasmosis yang akan berkembang pada tubuhnya.
  3. Selanjutnya, jauhkanlah kucing dari ruangan keluarga atau ruangan pribadi seperti ruang kerja dan kamar tidur.
  4. Jangan pernah memelihara kucing liar karena mereka mempunyai resiko toksoplasmosis yang lebih tinggi.
  5. Biasakan untuk selalu mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir setelah melakukan berbagai aktivitas.
Boleh saja memelihara kucing asalkan mengetahui cara perawatannya dengan tepat dan benar, penting juga untuk selalu memeriksakan kondisi hewan peliharaan serta menjaga lingkungan sekitar tetap bersih agar terhindar dari berbagai penyakit yang berbahaya. Baca juga: Keuntungan Memelihara Kucing di Rumah dan Pengaruhnya untuk Kesehatan Keluarga
Advertisement

Artikel Lainnya :-D