5 Gangguan Kesehatan dan Gejala Penyakit Akibat Pencemaran Udara

Penyakit Akibat Pencemaran Udara 

Pada  jaman yang serba canggih ini, telah menjadi jaman yang memiliki tingkat pencemaran udara lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pencemaran udara disebabkan karena terjadinya partikel-partikel udara yang tercemar akibat ulah manusia yaitu lewat kegiatan industri dan teknologi. Partikel-partikel tersebut pada umumnya akan menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Terdapat banyak sekali penyakit akibat dari kejadian ini, salah satunya adalah penyakit saluran pernapasan tau yang disebut dengan pneumoconiosis.
Gangguan kesehatan dan gejala penyakit akibat pencemaran udara

Image Source: pixabay.com

Hal itu disebabkan pada saat manusia bernafas, partikel yang tercemar (debu) akan ikut terhirup bersamaan dengan udara sehingga akan masuk ke dalam paru-paru. Ukuran debu-debu yang terhirup tersebut  yang akan menentukan letak penempelannya di dalam paru-paru. Debu yang memiliki ukuran 3 hingga 5 mikro akan tertahan pada saluran pernafasan di bagian tengah, debu atau partikel yang tercemar dengan ukuran 3 hingga 1 mikro akan tertahan pada saluran pernafasan di bagian dalam kantung paru-paru (alveoli). Kemudian debu atau partikel tercemar yang memiliki ukuran kurang dari 1 mikro akan ikut keluar pada saat nafas dihembuskan.

Pada kesempatan kali ini, penulis akan menjelaskan mengenai penyakit apa saja yang disebabkan oleh pencemaran udara.

Gangguan Kesehatan dan Gejala yang Disebabkan oleh Pencemaran Polusi Udara 


1. Penyakit Beriliosis

Udara yang tercemar memiliki kandungan logam birilium berupa logam murni, seperti sulfat, oksida maupun dalam bentuk holagenida. Debu logam tersebut dapat menyebabkan penyakit beriliosis yang ditandai dengan gejala  batuk kering, sesak nafas dan demam. Penyakit ini banyak ditemukan pada para pekerja industri.

2. Penyakit Bisinosis

Penyakit bisinosis adalah penyakit gangguan pernafasan yang disebabkan oleh adanya pencermaran serat kapas dan debu kapas di udara yang akan terhisap ke paru-paru. Gajala awal penyakit ini ditandai dengan sesak nafas, terasa berat di dada. Untuk kasus penyakit bisinosis yang sudah parah biasanya juga akan diikuti dengan penyakit amphyseman dan bronchitis.

3. Penyakit Antrakosis

Penyakit Antrakosis adalah penyakit saluran pernafasan yang disebabkan oleh batu bara. Umumnya penyakit ini terjadi pada para penambang batu bara. Gejala awal penyakit ini diakiabatkan karena adanya sesak nafas akibat menghirup debu batu bara. Hal itu disebabkan karena di dalam debu batu bara terdapat kandungan silikat.

4. Penyakit Asbestosis

Sesuai dengan namanya, penyakit ini disebabkan oleh debu atau serat asbes yang mencemari udara. Asbes terbuat dari kandungan magnesium dan asam silikat. Debu asbes jika terhirup sampai ke paru-paru akan menyebabkan batuk-batuk disertai dahak dan sesak nafas.

5. Penyakit Silikosis

Selanjutnya adalah penyakit silikosis, penyakit silikosis disebabkan oleh pencemaran debu silika, berupa senyawa SiO2 yang dapat terhisap masuk ke dalam paru-paru dan mengendap di dalam paru-paru. Penyakit gangguan pernafasan seperti ini ditandai dengan gejala sesak nafas yang disertai dengan batuk-batuk.


Itu adalah beberapa informasi mengenai penyakit akibat pencemaran udara. Penyakit-penyakit akan diketahui gejalanya dalam kurun waktu yang cukup lama sekitar 4 hingga 5 tahun. Oleh kerena perlu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Jangan lupa baca juga: Macam-macam penyakit saat musim hujan yang perlu diwaspadai
Advertisement

Artikel Lainnya :-D