Efek Samping Rifampisin dan INH

Efek Samping Rifampisin dan INH – Tuberkulosis atau TBC dapat menyerang semua bagian organ tubuh namun yang dimaksudkan dalam informasi ini adalah TBC untuk paru-paru. Sebenarnya, tujuan pengobatan TBC adalah memusnahkan basil tuberculosis dengan cepat dan mencegahnya agar kambuh kembali. Biasanya pengobatan menggunakan obat TBC dapat menghasilkan pemeriksaan sputum negatif baik pada uji dahak hingga perkembangbiakan kuman dan hasilnya akan tetap negatif selamanya.
 
Obat yang digunakan untuk TBC digolongkan atas dua jenis yaitu Rifampisin dan   Isoniazid (INH) yang masing-masing mempunyai manfaat dan efek samping yang akan dijelaskan pada artikel ini.

Efek samping Rifampisin dan INH

1.    Rifampisin

Rifampisin merupakan derivate semi-sintetik rifamisin B, yang merupakan satu anggota kelompok antibiotik makrosiklis. Kelompok ini berasal dari Streptomyces Mediterranei. Obat ini juga merupakan ion zwitter larut dalam pelarut organik dan air yang mempunyai pH asam.

Obat ini bekerja dengan cara menghambat DNA-dependent RNA polymerase dari mikrobakteria dan mikroorganisme lainnya yang menekan terbentuknya rantai dalam sintetis RNA (bukan pemanjangan). Inti RNA polymerase dari berbagai sel eukariotik dapat mengikat rifampisin dan sintesis RNA yang tidak dipengaruhi.

Pemberian rifampisin per oral akan menghasilkan kadar puncak dalam plasma setelah 2 – 4 jam. Setelah obat ini diserap dari saluran pencernaan, kemudian diekskresi melalui empedu dan akan mengalami sirkulasi entero hepatik. Namun, penyerapan tersebut akan dihambat oleh makanan, sehingga dalam waktu 6 jam hampir semua obat yang berada di dalam empedu berbentuk deasetil rifampisin yang mempunyai aktivitas antibakteri penuh.

Efek samping

Demam, sakit kepala, kembung, mual, muntah, ruam kulit, trombositopenia, nekrosis tubular akut, neftitis intertitial dan flu like syndrom.

2.    Isoniazid (INH)

Isoniazid atau Isonikotinil Hidrazid yang biasa disebut dengan INH merupakan obat yang bersifat tuberkulostatis dan tuberkulosid yang artinya, dapat menahan perkembangan bakteri serta membunuhnya. Mekanisme kerjanya mempunyai efek pada lemak, glikolisis dan biosintesis asam nukleat. Sementara efek utamanya adalah dapat menghambat biosintesis asam mikolat yang merupakan unsur pening dinding sel mikobakterium. Obat ini juga dapat menghilangkan sifat tahan asam dan menurunkan jumlah lemak yang terekstrasi oleh metanol dari mkobakterium.

Efek samping

Demam, mual, muntah, gangguan saluran pencernaan, lemah, letih, ruam kulit, mengantuk, mulut kering, sakit kepala, pusing, gejala reumatik, kejang, reaksi hipersensitivitas, kekurangan vitamin B6, ginekomastia, hiperglikemia, asidosis metabolik, ginekomastia, neuritis optikus, penyakit pellagra dan gejala systemic lupus erythematosus.

Agar terhindar dari efek samping Rifampisin dan INH konsumsilah dengan anjuran dosis yang sudah ditentukan. Obat ini hanya dikonsumsi dengan resep dokter dan jika mengalami efek samping yang merugikan segera hentikan pemakaian. (Baca juga: Aturan Minum Teratai Salju: Ramuan Obat)
Advertisement

Artikel Lainnya :-D