Mengenal Penyakit Batu Empedu dan Gejalanya

Sebagian besar batu empedu terbentuk dari kolesterol akibat penderitanya yang sering mengkonsumsi makanan yang tinggi lemak dan kolesterol. Kandungan kolesterol yang dikonsumsi dalam jumlah banyak dapat menjadi aggressor bagi kelenjar empedu hingga menjadi batu yang membahayakan tubuh dalam jangka panjang.

Pada umumnya, penyakit batu empedu dialami oleh mereka yang mempunyai gaya hidup dengan pola makan tinggi lemak dan kebiasaan kurang bergerak sehingga dapat menimbulkan infeksi batu empedu dan penyakit batu empedu hingga akan berujung pada kematian.

Mnegenal penyakit batu empedu

Batu empedu yang dibiarkan begitu saja dapat menyebabkan infeksi atau kolesititis. Kondisi ini yang dapat mematikan penderitanya, bahkan prevalensi kematiannya kematian penderitanya mencapai 10 hingga 15 persen.

Pada awalnya batu empedu terbentuk di dalam kandung empedu, kemudian batu tersebut bisa keluar menuju saluran empedu sehingga menyebabkan penyumbatan dan infeksi lain seperti infeksi pada organ hati atau pankreas.

Biasanya penyakit ini akan menimbulkan gejala seperti nyeri perut bagian atas setelah mengkonsumsi makanan berlemak sekitar 15 menit, kemudian disusul dengan rasa mual dan muntah sehingga menganggu kenyamanan penderitanya.

Ketika batu empedu telah menyebabkan infeksi, penderitanya akan mengalami gejala seperti denyut nadinya menjadi lebih cepat, demam tinggi hingga 40 derajat Celsius, dan leukosit menjadi meningkat hingga 12 ribu.

Namun, hampir 50 persen penderitanya tidak mengalami gejala apapun, karena gejalanya baru muncul saat kondisinya menjadi lebih serius sekitar lima tahun yaitu ketika batu mulai menyumbat dan menyebabkan infeksi.

Bagi yang mengalami gejala-gejala tersebut, segeralah pergi ke dokter atau rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan radiologi (foto abdomen, USG, koleosistografi, hingga CT scan). (Baca juga: Cara Mencegah Penyakit Gagal Ginjal)
Advertisement

Artikel Lainnya :-D