Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Luka Bakar

Luka bakar merupakan suatu kecelakaan yang sering terjadi di berbagai tempat, baik di rumah, kantor maupun di jalan. Sudah menjadi kebiasaan masyarakat bahwa pertolongan pertama yang diberikan kepada penderita luka bakar adalah dengan odol atau pasta gigi untuk dioleskan tepat pada area luka bakar, tanpa melihat seberapa parah luka bakar yang terjadi.

Pertolongan pertama mengatasi luka bakar
Pemberian odol atau pasta gigi pada luka bakar sebenarnya adalah sebuah pertolongan yang salah karena di dalam pasta gigi terdapat kandungan mint, dimana kandungan di dalamnya dapat membuat kulit menjadi semakin melepuh. Nah, berikut ini hal yang seharusnya dilakukan untuk memberikan pertolongan pertama pada penderita luka bakar :

1.    Apabila luka bakar masih dalam area kulit epidermis (lapisan kulit paling luar), pertolongan yang harus dilakukan adalah dengan menyiram atau mengaliri luka bakar dengan menggunakan air mengalir dengan suhu rendah atau air dingin selama kurang lebih 10 menit. Kemudian olesi dengan salep untuk luka bakar seperti misal bioplasenton, atau Gunakan Cream Bio Bio Multiple cream untuk pertolongan pertama akibat tersiram air panas atau minyak panas. Krim tersebut telah diformulasikan dari bahan alami ini menggunakan teknologi nano sehingga mudah diserap oleh kulit.
2.    Jika luka bakar sudah sampai pada lapisan kulit dermis (lapisan kulit kedua) biasanya terjadi pelepuhan (berisi air), namun jangan sekali-kali mencoba untuk memecahkannya, karena di dalam berisi cairan protein. Sebaiknya, lakukan hal yang sama seperti yang sudah disebutkan di atas dengan tetap mengunakan salep yang memang dianjurkan oleh dokter.
3.    Jika luka bakar sudah memasuki area kulit ketiga yaitu indodermis, biasanya area kulit dalam yang berwarna putih akan terlihat jelas, sebaiknya jangan lakukan hal apapun dan segeralah bawa ke dokter atau rumah sakit.

Sebenarnya tujuan pertolongan pertama pada luka bakar adalah untuk mengurangi rasa sakit dan mencegah terjadinya infeksi. Cara ini bisa dilakukan dengan menurunkan suhu di sekitar luka bakar sehingga dapat mencegah luka pada jaringan di bawahnya agar tidak menjadi lebih parah.

Berdasarkan tingkat keparahannya ada 3 tingkatan luka bakar. Luka bakar tingkat I adalah luka bakar ringan dengan tingkat kerusakan jaringan hanya pada bagian luar lapisan kulit, seperti kulit yang terkena sengatan sinar matahari, air mendidih, dan lain sebagainya. Namun luka bakar jenis ini umumnya tidak disertai dengan pelepuhan pada kulit. Sementara luka bakar sedang atau luka bakar tingkat II adalah jenis luka bakar yang menyebabkan kerusakan pada lapisan di bawah kulit seperti terkena cairan panas, percikan api dari bensin atau bahan-bahan lainnya. Sedangkan jenis luka bakar parah atau luka bakar tingkat III adalah luka bakar yang menghancurkan semua lapisan kulit, hal ini disebabkan karena adanya kontak fisik yang terlalu lama dengan sumber panas dan luka bakar.

1.    Luka Bakar Tingkat I

-         Siram bagian luka bakar dengan air mengalir atau kompres dengan air dingin, lakukan hingga rasa sakitnya menghilang.
-        Tutuplah luka bakar dengan kain perban steril untuk mencegah terjadinya infeksi.
-        Jangan memberi pasta gigi, mentega atau minyak pada luka bakar.
-        Kemudian, jangan memberikan obat-obatan lain atau ramuan tanpa persetujuan dokter.

2.    Luka Bakar Tingkat II

-        Siram air dingin atau air es pada daerah luka atau beri kompres dengan menggunakan handuk kecil. Bisa juga dengan menggunakan saputangan yang sebelumnya sudah dicelupkan ke dalam air.
-        Keringkan luka menggunakan handuk bersih atau bahan lain yang mempunyai tekstur lembut.
-        Tutup dengan perban steril untuk menghindari terjadinya infeksi. Kemudian, angkat bagian tangan atau kaki yang terluka lebih tinggi dari organ jantung.
-        Segera cari pertolongan medis jika korban mengalami luka bakar di sekitar bibir atau kesulitan bernapas.
-        Jangan mencoba untuk mengempiskan luka yang melepuh dan jangan mengoleskan minyak, semprotan atau ramuan lain tanpa sepengetahuan dokter.

3.    Luka Bakar Tingkat III

-         Jika korban masih dalam keadaan terbakar, padamkan api menggunakan selimut, bed cover, karpet, jaket atau bahan lain lainnya. Sebaiknya jangan melepaskan pakaian yang melekat pada luka.
-         Lakukan pemeriksaan untuk memastikan korban bisa bernapas, kemudian tempelkan kain basah atau air dingin untuk menurunkan suhu pada daerah luka.
-         Namun, jangan menggunakan air es jika luka bakar terjadi bagian wajah, tangan dan kaki.
-        Tutuplah luka bakar dengan perban steril dan tebal, kain bersih, sarung bantal, popok bersih atau bahan lain yang dapat ditemukan. Tetapi jangan menggunakan bahan yang mudah rontok seperti kapas atau kapuk, dan jangan mengoleskan minyak atau ramuan lain pada luka.
-        Segera telepon ambulans karena korban perlu mendapat penanganan medis dengan segera.

Cara ini penting diketahui dan dilakukan untuk melakukan pertolongan pertama yang tepat pada penderita luka bakar.
Advertisement

Artikel Lainnya :-D