Beberapa Penyebab Penyakit Diare pada Bayi

Setiap orang tua khususnya seorang ibu pasti akan selalu memperhatikan makanan yang akan diberikan untuk bayinya terutama pada saat memilih nutrisi yang tepat. Meskipun sudah memantau dengan ketat mengenai apa saja jenis makanan yang diperbolehkan untuk dikonsumsi dan mana saja yang tidak boleh dikonsumsi, bukan berarti dapat membuat bayi terhindar dari penyakit diare. Biasanya, diare terjadi jika bayi terus menerus buang air besar dalam bentuk yang terlihat berair. Ada beberapa penyebab diare selain disebabkan oleh faktor makanan, sehingga perlu diketahui oleh setiap orang tua.

Penyebab diare pada bayi

1.    Infeksi Virus

Ada dua jenis virus yang dapat menyebabkan bayi mengalami diare, yakni rotovirus dan enovirus. Bahkan, virus influenza juga dapat menjadi penyebab mengapa buah hari rentan terkena penyakit diare.

2.    Infeksi Bakteri

Ada beberapa bakteri yang terkenal yang dapat membuat bayi mengalami penyakit diare seperti E. Coli, Shigella, Salmonella dan lain sebagainya. Diare pada bayi yang disebabkan oleh infeksi bakteri biasanya akan disertai dengan beberapa kondisi seperti demam, kram perut dan timbul bercak merah darah pada fesses bayi.

3.    Parasit

Parasit yang bernama Giardiasis merupakan salah satu penyebab bayi mengalami diare. Diare yang disebabkan oleh parasit biasanya akan disertai dengan perut bayi yang terlihat kembung.

4.    Infeksi Telinga

Penyebab penyakit diare pada bayi juga dapat terjadi apabila dia mengalami infeksi telinga. Biasanya bayi yang mengalaminya dapat dikenal dengan bahasa tubuhnya yang sering rewel dan mengusap telinganya.

5.    Antibiotik

Pemberian antibiotik juga dapat menyebabkan terjadinya diare pada bayi, jika diharuskan untuk memberikan antibiotik pada bayi pastikan terlebih dahulu apa antibiotik yang akan diberikan dapat diterima oleh tubuh bayi.

Penyebab penyakit diare pada bayi tidak hanya disebabkan oleh faktor makanan atau alergi makanan sehingga perlu dibedakan dengan cermat karena berbeda gejala dan penyebabnya, berbeda pula cara mengatasinya. (Baca juga: Mengatasi Demam / Panas pada Bayi Setelah Imunisasi)
Advertisement

Artikel Lainnya :-D