Pengaruh Pembalut terhadap Kanker Serviks

Pengaruh Pembalut terhadap Kanker Serviks
Pembalut merupakan benda yang akrab dengan wanita saat mereka sedang mengalami menstruasi, pembalut mempunyai fungsi yang lebih luas yaitu, dapat menyerap darah yang berasal dari Miss V pada saat menstruasi dan setelah melahirkan, menurut sejarah pembalut telah mengalami banyak perubahan bahan sejak jaman dahulu.

Pada abad ke 10 para wanita menggunakan pembalut yang berasal dari potongan kain, celemek dan kulit kelinci. Kemudian pada tahun 1970-an pembalut permanen mulai diciptakan hingga terciptanya pembalut sekali pakai yang berkembang pada tahun 1980-an sampai saat ini. Pembalut sekali pakai ini banyak digunakan kerena dianggap sesuai dan nyaman digunakan ketika beraktivitas. 

Namun, baru-baru ini tersiar kabar bahwa ada beberapa jenis pembalut dapat menyebabkan kanker serviks, pernyataan tersebut didukung dengan ungkapan Dr. Boyke yang menyatakan bahwa kandungan pemutih dan pewangi buatan di dalam pembalut dikhawatirkan dapat menyebabkan alergi, radang, infeksi, serta dapat memicu adanya keputihan abnormal dan pertumbuhan sel kanker.

Fakta ini cukup ironis karena tidak semua pembalut menggunakan 100% kapas sebagai bahan bakunya, biasanya produk-produk tertentu memanfaatkan serbuk kayu atau plup yang sudah didaur ulang untuk menghemat biaya produksi. Bahan baku tersebut yang dapat memicu timbulnya bakteri dan kuman sehingga dapat menyebabkan Miss V menjadi gatal dan bau. Selain itu, ada pula beberapa produk pembalut lainnya yang mencampurkan zat kimia berbahaya seperti dioxin, zat tersebut dapat memicu reaksi alergi untuk pengguna yang mempunyai kulit sensitif.  

Pembalut yang mengandung bahan berbahaya ternyata juga mengandung 107 jenis bakteri, jika digunakan terus-menerus dapat memicu perkembangan virus papilloma, virus tersebut menyebabkan penyakit kanker serviks. Oleh karena itu sangat penting untuk mengenali jenis pembalut yang akan digunakan agar terhindar dari berbagai masalah yang ditimbulkan. 

Pada kesempatan kali ini akan dijelaskan mengenai cara untuk mengetahui kualitas pembalut yang dapat dilakukan dengan mudah.

Berikut Ini, Cara Untuk Mengetahui Kualitas Pembalut :
  1. Suntikkan air sebanyak 35-50 ml pada permukaan pembalut
  2. Diamkan selama 1-3 menit
  3. Kemudian, tekanlah dengan selembar tisu kering
  4. Kualitas pembalut tersebut akan diketahui jika dengan kondisi tisu yang digunakan
  5. Jika tisunya menjadi basah, hal tersebut menunjukkan bahwa pembalut tersebut tidak aman digunakan karena mempunyai daya serap rendah.
Setelah mengetahui kualitas pembalut, sebaiknya coba lakukan tes untuk mengetahui bahan dasar pembalut yang biasa digunakan dengan cara :
  1. Sediakan 1 gelas air putih di dalam gelas bening
  2. Sediakan pengaduk seperti sendok atau semacamnya
  3. Sobeklah pembalut, masukkan bagian dalamnya di dalam gelas
  4. Rendam dan aduklah bahan tersebut
  5. Apabila bagian intinya hancur dan menyebabkan air menjadi keruh, hal tersebut menandakan bahwa pembalut tersebut menggunakan bahan dari serbuk kayu dan daur ulang kertas.
Setelah mengetahui lebih jelas mengenai pembalut yang biasa dipakai, penting juga untuk mengganti pembalut setiap 4 jam sekali untuk menghindari terjadinya infeksi atau penyakit yang disebabkan oleh bakteri, kuman maupun virus.(Baca Juga: Fakta dan Mitos Seputar Menstruasi )
Advertisement

Artikel Lainnya :-D