Faktor Penyebab Sakit Jiwa / Gangguan Mental

Gangguan jiwa merupakan penyakit yang dapat dialami oleh setiap orang. Gangguan jiwa atau dikenal juga dengan istilah gila merupakan penyakit yang dapat disebabkan oleh beberapa macam faktor seperti faktor genetik, virus, auto body, malnutrisi dan penyebab umum lainnya.

A. Faktor genetik

Faktor genetik juga dapat menyebabkan terjadinya gangguan jiwa. Hal ini berlaku pada anak yang memiliki orang tua yang pernah memiliki gangguan jiwa. Selain itu, menurut sebuah penelitian janin yang ada di dalam kandungan dapat mengalami gangguan perkembangan otak, sehingga dapat menimbulkan gangguan jiwa kelai di kemudian hari. 

Faktor penyebab sakit jiwa / gangguan mental
Image Source: pixabay.com
Gangguan tersebut dapat saja muncul dikarenakan oleh beberapa macam hal seperti infeksi virus saat masa kehamilan yang dapat menjadi pengganggu perkembangan otak pada janin. Kekurangan gizi pada masa – masa trimester kehamilan, ibu hamil yang mengalami trauma, kelainan hormonal atau adanya komplikasi kandungan dan toksin atau racun. Ditemukan lagi jika ada janin yang memiliki gen abnormal tidak beresiko terjangkit gangguan jiwa kecuali disertai oleh beberapa faktor pendukung terjadinya gangguan jiwa kelak di kemudian hari.

Apabila seseorang yang memiliki beberapa macam faktor penyebab gangguan jiwa mengalami depresi atau stres yang emosional di dalam dirinya dan kehidupan sehari – hari, maka akan memiliki resiko mengalami gangguan jiwa lebih besar daripada orang yang sebelumnya tidak memiliki beberapa macam faktor diatas

B. Faktor Umum

  • Depresi

Selain faktor genetik, penyebab terjadinya gangguan jiwa dapat disebabkan oleh beberapa masalah dalam kehidupan atau lingkungan sehari – hari. Seperti karena masalah ekonomi atau menderita penyakit kronis seseorang akan dapat beresiko mengalami gangguan kejiwaan. Contohnya seseorang yang mengalami depresi karena tidak cukup makan dan tidur, sehingga membuat daya tahan menjadi menurun dan dapat mengalami gangguan fisik atau penyakit fisik. Namun, apabila seseorang menderita penyakit fisik kronis misalnya kanker atau tumor juga dapat mengalami penurunan psikologi dan berujung pada depresi berat. Nah, depresi berat inilah yang dapat beresiko mengalami gangguan jiwa.

Hal ini dapat terjadi pada aksi bullying atau pembullyan terhadap sesama teman atau orang lainnya yang dianggap tidak pantas untuk berteman atau sejajar dengan mereka. Apabila hal ini berlangsung secara terus menerus maka akan dapat mengakibatkan depresi pada si anak yang di bully tadi. Selain gangguan jiwa, bisa jadi si anak tadi bisa melakukan tindakan kriminal seperti pembunuhan terhadap seseorang yang sering membully dirinya. Jadi, bully itu tidak diperkenankan dan seharusnya tidak dilakukan.

  • Narkoba

Semua jenis narkoba memang berbahaya dan dilarang peredarannya di negara – negara seluruh dunia. Namun, masih saja ada pengedar narkoba yang membandel mengedarkan barang haram tersebut. Selain dapat membahayakan kesehatan, ketergantungan narkoba juga dapat menyebabkan terjadinya gangguan jiwa.  Hal ini dapat terjadi pada pemakai yang sudah ketergantungan. Contohnya si pemakai yang akan mengalami depresi apabila tidak menghisap ganja, sampai – sampai darahnya sendiri dihisap agar memenuhi rasa ketergantungan tersebut. Selain itu, pemakai narkoba akan mudah berhalusinasi atau sering mengigau sampai dengan menangis tanpa sebab atau tertawa tanpa sebab yang pasti. Jadi, jauhi narkoba apabila tidak ingin mengalami gangguan jiwa atau gila!

  • Gangguan pada Otak

Adanya gangguan pada otak dapat pula mengakibatkan terjadinya gangguan jiwa. Hal ini juga berlaku pada setiap orang yang mengalami masalah pada otak dan begitu juga pada anak yang mengalami gangguan pada otak karena adanya peradangan, kelahiran atau gangguan lainnya, sehingga membuat si anak sukar diasuh dan hyperkinetic. Selain itu, faktor somatic, psikologi, dan sosial atau lingkungan juga mempengaruhi terjadinya gangguan jiwa.



Jadi, gangguan jiwa tidak hanya disebabkan oleh faktor genetik saja tetapi dapat pula disebabkan oleh beberapa faktor kesehatan, lingkungan sosial, atau psikologis masing – masing orang. Selain itu, orang yang sering dikucilkan dan pembullyan juga dapat mengakibatkan gangguan jiwa.  (Baca Juga: Cara Mengatasi Depresi Berat )
Advertisement

Artikel Lainnya :-D