5 Persiapan Fisik Sebelum Mendaki Gunung

Persiapan Mendaki Gunung
Hicking atau biasa dikenal dengan naik gunung merupakan kegiatan yang cukup dibilang ekstrim untuk dilakukan. Namun, semua itu tergantung dari medan yang ditempuh untuk mencapai puncak gunung dan di situlah rasa capek, lelah, serta penat saat mendaki akan terbayar oleh pemandangan yang dapat dilihat dari puncak gunung. Mendaki gunung sampai ke puncaknya menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi pendaki gunung.

Namun, sebelum melakukan hiking atau pendakian sudah semestinya mempersiapkan semua perlatan dan perlengkapan sebelumnya. Seperti tenda, jaket, pakaian, sepatu, obat – obatan, dll. Selain itu yang terpenting adalah mempersiapkan fisik agar kuat saat melakukan hiking sampai ke puncak gunung. Nah, apa saja sih persiapan fisik yang harus dilakukan sebelum melakukan kegiatan ini? Nah, berikut ini jawabnya.

Jenis Olahraga bagi Pendaki Sebelum Naik Ke Puncak Gunung 

  • Lari
Saat melakukan pendakian trek atau jalan yang dilalui pastinya berbeda dengan jalan raya yang datar. Trek yang dilalui saat pendakian gunung pasti memiliki tingkat kemiringan yang berbeda – beda, ada yang tidak begitu curam dan ada pula yang sangat curam hampir 90°. Dengan kondisi trek tersebut, bagian kaki yang berperan penting untuk hal tersebut terutama betis dan paha. Untuk itu, mempersiapkan fisik seperti lari pagi secara rutin sebelum melakukan pendakian memiliki manfaat sangat penting untuk memperlancar pendakian.
  • Berenang
Tidak jarang saat mendaki nafas sering terputus – putus karena medan yang dilewati atau nafas yang pendek. Sehingga mengganggu perjalanan, sering berhenti dan memperlambat sampai ke puncak gunung. Untuk menghindari hal tersebut, berenang merupakan olahraga yang cocok untuk melatih pernafasan. Sehingga nafas tidak mudah terputus -  putus dan bisa cepat sampai di puncak gunung.
  • Selonjoran
Setelah selesai melakukan pendakian atau sedang beristirahat saat diperjalanan, jangan langsung duduk dan hindari menekukkan kaki. Sebaiknya berhenti sejenak, lalu baru duduk selonjoran atau kaki diluruskan. Cara ini mencegah terjadi kram pada kaki dan varises. Selain itu apabila mengalami kram saat mendaki dapat mengganggu perjalanan dan bisa – bisa tidak sampai ke tempat tujuan.
  • Right Step
Gerakan ini membantu memperkecil resiko terjadinya cidera pada kaki saat turun gunung. Jadi, saat turun gunung memiliki resiko 2 kali lipat mengalami kecelakaan dari pada ketika naik gunung. Cara ini mengajarkan untuk mendaratkan tumit terlebih dahulu, baru telapak kaki. Sehingga kaki dapat menumpu berat badan dengan baik dan terhindar dari cidera pergelangan kaki.
  • Jangan Sering Beristirahat
Sering beristirahat saat mendaki selain dapat memperlambat sampai ke puncak gunung juga dapat membuat mudah merasa lelah. Usahakan beristirahat ketika sudah benar – benar capek dan sudah melangkah lebih jauh. Sehingga lebih cepat sampai ke tempat tujuan yaitu puncak gunung.


Itulah tadi, persiapan fisik yang dapat dilakukan sebelum melakukan hiking atau pendakian. Jadi, sebelum melakukan pendakian sangat penting untuk para pendaki untuk menjaga kondisi fisik agar tetap bugar dan terjaga kesehatannya sebelum hari H  pendakian.  Semoga bermanfaat dan sempatkanlah untuk membaca: Manfaat Traveling atau Liburan bagi Kesehatan Tubuh dan Mental!
Advertisement

Artikel Lainnya :-D