Manfaat Jamur untuk Bayi dan Anak Balita

Apakah Jamur Aman Dikonsumsi Balita atau Bayi ?

Jamur merupakan jenis tumbuhan yang banyak digemari oleh banyak orang dan memiliki berbagai macam jenis jamur. Bahkan jamur sudah sejak lama dikonsumsi karena rasanya yang lezat dan enak. Kita bisa mendapatkan jamur dengan mudah, karena sudah banyak dijual di pasar atau swalayan dekat rumah. Jamur juga sudah banyak dibudidayakan dan menghasilkan keuntungan yang tidak sedikit. Seperti jamur tiram, jamur merah, jamur kancing, jamur kuping, jamur shitake dan masih banyak jenis jamur lainnya yang dapat dikonsumsi. 

Namun, ada pula jamur yang tidak dapat dibudidayakan dan tumbuh liar, seperti jamur barat, jamur taun dan jamur kidang. Meskipun tumbuh liar, jamur tersebut masih dapat dikonsumsi dan memiliki rasa yang nikmat. Tapi, harus berhati – hati dalam memilih jamur yang hidup liar dapat dimakan atau tidak dapat dimakan.  Sebab, adapula jamur yang tidak dapat dimakan karena beracun.


Kandungan Nutrisi / Gizi Jamur

Jamur selain dapat dikonsumsi juga dapat dijadikan obat. Sebab, jamur memiliki beberapa macam kandungan nutrisi di dalamnya seperti vitamin, antioksidan, dan mineral serta nutrisi lainnya. Perhatikan tabel kandungan nutrisi pada jamur berikut ini.

Kandungan
Jumlah/100 gram
Vitamin B6
0,104 mg
Vitamin B12
0,04 ug
Vitamin C
2.1 mg
Vitamin D
7 IU
Vitamin E
0,01 mg
Niacin
3,607 mg
Riboflavin
0,402 mg
Thiamin
0,081 mg
Asam Folat
17 ug
Air
92,45 gram
Lemak
0,34 gram
Protein
3.09 gram
Karbohidrat
3.26 gram
Glukosa
1,98 gram
Serat
1 gram
Kalori
22 Kal
Magnesium
9 mg
Kalsium
3 mg
Sodium
5 mg
Kalium
318 mg
Fosfor
86 mg
Zat Besi
0,5 mg
Zinc
0.52 mg

Seperti yang tertera dalam tabel diatas, jamur memiliki banyak sekali kandungan nutrisi yang baik bagi kesehatan, salah satunya untuk kesehatan balita. Namun, hal tersebut masih menjadi pertimbangan para ibu untuk memperkenalkan jamur  untuk dikonsumsi. Padahal jamur memiliki banyak manfaat kesehatan balita, seperti berikut ini :

Khasiat Makan / Konsumsi Jamur bagi Bayi

  • Membantu Proses Pertumbuhan dan Perkembangan
Pada usia balita merupakan usia dimana masih terjadi proses pertumbuhan dan perkembangan. Untuk membuat pertumbuhan tulang menjadi optimal perlu asupan vitamin D. Jamur merupakan salah satu produsen penghasil vitamin D yang dibutuhkan oleh balita dan aman untuk dikonsumsi daripada sinar matahari yang masih beresiko terkena sinar UV, sehingga tidak baik bagi balita.

Jamur juga mengandung zat besi yang bagus untuk membantu pembentukan sel darah merah. Zat besi juga berguna untuk melancarkan peredaran oksigen lewat darah ke seluruh tubuh. Sehingga dapat membantu proses perkembangan si balita secara optimal.

  • Meningkatkan Sistem Imun
Usia balita akan rentan terserang berbagai macam penyakit sistem imun, seperti infeksi virus atau bakteri yang sangat mudah ditularkan oleh orang lain atau hewan. Menurut sebuah studi menyatakan jika jamur memiliki sifat imunomodulator yang dapat memperkuat sistem imun pada balita, sehingga terhindar dari berbagai macam penyakit yang menyerang sistem imun.

  • Memiliki Kandungan Antioksidan
Jamur  memiliki kandungan antioksidan yang dapat mencegah radikal bebas akibat polusi atau hasil metabolisme tubuh. Sehingga membuat tubuh terhindar dari sel kanker dan tumor yang dapat menyerang siapa saja termasuk balita.

  • Menyehatkan Hati
Balita akan mudah rentan terserang penyakit hepatitis dan penyakit kuning. Hal tersebut dikarenakan gangguan pada organ hati, sehingga membuat organ tersebut rusak dan akhirnya timbullah penyakit tersebut. penelitian menunjukan bahwa jamur mengandung senyawa biokimia yang dapat menangkal radikal bebas di hati, sehingga hati menjadi sehat dan berfungsi normal kembali.

Tips Memilih & Mengolah Jamur yang Baik dan Aman bagi Balita atau Bayi 


Pertama, belilah jamur pada toko swalayan atau supermarket yang menjual hasil jamur budidaya yang sudah mengantongi izin pemasaran dan sudah dikenal oleh masyarakat luas. Alangkah baiknya jika tidak mengkonsumsi jenis jamur yang tumbuh liar di pekarangan rumah atau di hutan, sebelum mengetahui jamur tersebut aman bagi kesehatan atau tidak.

Kedua, boleh memberikan jamur sebagai makanannya sehari – hari bagi balita atau anak usia 10 – 12 bulan ke atas. Dan pastikan anak tersebut menyukai jamur tersebut, apabila tidak jangan dipaksakan.

Ketiga, jamur merupakan tumbuhan yang dapat dimakan apabila sudah diolah terlebih dahulu dan jangan mencoba mengkonsumsi dalam keadaan mentah karena bersifat racun. Gejala yang timbulkan akibat keracunan jamur adalah rasa mual ingin muntah, terjadi iritasi berupa gatal – gatal, terjadi peradangan bibir, lidah, dan tenggorokan disertai kejang – kejang. Apabila mengalami gejala tersebut segera bawa ke dokter untuk ditangani lebih lanjut.

Terakhir, masak jamur benar – benar matang, sebab jamur yang dimasak setengah matang juga dapat memicu tumbuhnya sel tumor dalam tubuh. Hal ini dikarenakan jamur mengandung biokimia yang apabila belum memecah akan dapat mengakibatkan tumor. Oleh karena itu, jamur harus dimasak sampai benar – benar matang agar kandungan biokimia di dalamnya dapat pecah dan aman untuk dikonsumsi.

Demikian tadi, manfaat mengkonsumsi jamur bagi balita atau bayi dan tips memilih serta mengolah jamur yang baik dan benar. Semoga bermanfaat! 
Advertisement

Artikel Lainnya :-D