Efek Samping MSG (Monosodium Glutamat) pada Makanan

Efek Samping MSG


MSG atau yang lebih populer dengan nama vetsin merupakan bahan yang digunakan untuk penyedap makanan. MSG atau vetsin banyak dijumpai dalam makanan instan seperti snack dalam kemasan. Selain itu, MSG juga telah diklaim menjadi bumbu dasar yang disandingankan dengan garam dan merica. Bukan hal baru lagi bahwa MSG atau vetsin merupakan bahan yang sudah sering bahkan setiap hari digunakan sebagai bahan dasar penyedap saat memasak makanan.

Makanan Cina merupakan makanan yang seringkali menggunakan MSG atau vetsin sebagai bahan penyedapnya. Akan tetapi, mengonsumsi vetsin dalam jumlah yang banyak dan berlebihan dapat merusak kesehatan tubuh. Pada kesempatan kali ini penulis akan menguraikan mengenai efek samping MSG bagi kesehatan tubuh.


Bahaya Pengunaan Monosodium Glutamat / Vetsin / Micin Berlebihan bagi Kesehatan



1. ADHD dan ADD

Efek Samping MSGAttention Defict Hyperactivity Disoder dan Attention Defict Disoder merupakan gangguan otak yang dialami oleh anak-anak dan janin di dalam kandungan yang sepenuhnya masih berkembang. Perkembangan tersebut dapat terganggu dengan adanya bahan kimia yang berbahaya seperti eksitosin. Kandungan eksitosin banyak ditemukan di dalam MSG. Oleh karena itu untuk para ibu hamil sangat disarankan untuk menghilangkan atau mengurangi mengonsumsi makanan yang mengandung MSG.

2. Kerusakan Otak

MSG (Monosodium Glutamat) merupakan jenis excitotoxin  yang dapat masuk ke aliran darah sebelum menuju ke otak. Setelah mengonsumsi MSG pada dasarnya dapat merangsang sel-sel otak untuk berpikir bahwa apa yang telah dikonsumsi karena dicanpur dengan bumbu penyedap seperti MSG merupakan makanan yang lezat. Hal itu yang menyebabkan manusia lebih berhasrat untuk mengonsumsi makanan yang mengandung MSG daripada makanan yang tidak diberi MSG. jika dibiarkan secara terus-menerus bisa menyebabkan oversimulating otak mengalami kelelahan dan akan berakibat pada kematian sel-sel otak.

3. Kegemukan

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa MSG dapat merangsang otak untuk terus mengonsumsi makanan dengan kandungan MSG. Kondisi tersebut dapat membuat rasa ketagihan yang cenderung ingin mengonsumsi makanan dengan kandungan MSG secara terus-menerus. Kandungan MSG memiliki sifat yang dapat membuat orang mempunyai nafsu makan tinggi. Hal tersebut akan membuat kegemukan bahkan akan berdampak pada kelebihan berat badan (obesitas). Pembaca tentunya sudah mengetahui bahwa orang yang mempunyai tubuh gemuk atau orang yang mengalami obesitas akan cenderung beresiko mengidap penyakit serius seperti penyakit diabetes, stroke dan penyakit jatung.


Menghilangkan kebiasaan yang sering dilakukan merupakan hal yang sulit, salah satunya adalah menghilangkan kebiasaan mengonsumsi MSG. Tetapi jika ingin berusaha dengan tetap mengurangi sedikit demi sedikit pemakaian MSG akan menghilangkan rasa ketergantungan serta dapat mencegah dampak yang buruk akibat efek samping MSG.  
Advertisement

Artikel Lainnya :-D